Monday, June 5, 2017

Penjelasan Lengkap Contoh Limbah B3 Yang Perlu Kalian Ketahui

Ini dia contoh limbah B3 yang perlu kalian ketahui

(limbahb3.id) Selamat pagi rekan sekalian. Kali ini saya ingin memberikan sedikit penjelasan tentang berbagai macam contoh limbah B3. Limbah B3 memiliki jenis dan karakteristik yang beragam. Limbah B3 dapat dengan mudah kita temui dalam kehidupan kita sehari - hari. Baik itu di lingkungan industri, sekolah maupun di rumah tangga kita.
Contoh Limbah B3
Contoh Limbah B3 Industri
Menurut Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014, limbah B3 diklasifikasikan berdasarkan karakteristiknya menjadi:
  1. Limbah B3 mudah meledak;
  2. Limbah B3 mudah menyala;
  3. Limbah B3 reaktif;
  4. Limbah B3 infeksius;
  5. Limbah B3 korosif dan/atau
  6. Limbah B3 beracun.
Nah berdasarkan karakteristik limbah B3 diatas kemudian saya akan menjelaskan kepada teman - teman seperti apa itu contoh - contoh limbah B3. Semoga bermanfaat untuk teman - teman sekalian.

Contoh Limbah B3 Mudah Meledak

Menurut Lampiran II Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014, Limbah B3 Mudah Meledak adalah limbah yang pada suhu dan tekanan standar yaitu 25 derajat celcius atau 760 mmHg dapat meledak, atau melalui reaksi kimia dan atau fisika dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan sekitarnya.
Ledakan akibat dari campuran eksplosif (bahan oksidator dan reduktor) limbah B3 di Amerika Tahun 2008
Ledakan akibat dari campuran eksplosif (bahan oksidator dan reduktor) limbah B3 di Amerika Tahun 2008
Penanganan limbah B3 yang mudah meledak ini dilakukan dengan sangat hati - hati karena sifatnya yang mampu menimbulkan reaksi hebat sehingga bisa membahayakan lingkungan sekitar dan manusia bila penanganan mulai dari pengangkutan hingga pembuangannya dilakukan sembarangan.
Contoh limbah B3 yang mudah meledak antara lain:
  1. Limbah B3 dari pabrik pembuatan bahan peledak (TNT)
  2. Limbah B3 dari pabrik pembuatan itroglycerine
  3. Limbah B3 dari pabrik pembuatan amonium nitrat
  4. Limbah B3 dari campuran eksplosif dari pencampuran bahan oksidator dan reduktor seperti KClO3, Asam Nitrat, Kalium Permanganat, Krom Trioksida, Karbon, Belerang, Etanol, Gliserol, dan Hidrazin
  5. Limbah B3 dari debu karbon pada industri batu bara
  6. Limbah B3 dari pabrik zat warna berupa zat warna diazo
  7. Limbah B3 dari pabrik baja berupa zat magnesium

Contoh Limbah B3 Mudah Menyala

Menurut Lampiran II Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014, definisi limbah B3 Mudah Menyala dibedakan menjadi 2 (dua) bagian, yaitu:

  1. Limbah berupa cairan yang mengandung alkohol kurang dari 24% volume dan/atau pada titik nyala tidak lebih dari 60 derajat celcius  atau 140 derajat Fahrenheit akan menyala jika terjadi kontak dengan api, percikan api atau sumber nyala lain pada tekanan udara 760 mmHg.
  2. Limbah yang bukan berupa cairan, yang pada temperatur dan tekanan standar yaitu 25 derajat celcius atau 760 mmHg mudah menyala melalui gesekan, penyerapan uap air atau perubahan kimia secara spontan dan jika menyala dapat menyebabkan nyala terus menerus.

Simbol peringatan bahaya dari limbah B3 Benzena
Simbol peringatan bahaya dari limbah B3 Benzena 
Sama seperti limbah B3 yang mudah meledak, penanganan untuk limbah B3 mudah menyala ini pun harus ekstra hati - hati. Apabila tanpa sengaja terkena kontak dengan sumber panas seperti gas buang kendaraan, rokok, atau percikan listrik limbah B3 ini pun dapat menimbulkan kebakaran seketika baik pada saat pengangkutan maupun pembuangannya.
Contoh limbah B3 mudah menyala antara lain:

  1. Limbah B3 dari pabrik cat yang menggunakan pelarut benzena, toluena atau aseton
  2. Limbah B3 dari pabrik tinta yang menggunakan pelarut benzena, toluena atau aseton
  3. Sisa penggunaan bensin dari kendaraan bermotor.

Contoh Limbah B3 Reaktif

Menurut Lampiran II Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014, limbah B3 reaktif didefinisikan limbah yang memiliki salah satu atau lebih sifat - sifat berikut ini:

  1. Limbah yang pada keadaan normal tidak stabil dan dapat menyebabkan perubahan tanpa peledakan.
  2. Limbah yang jika bercampur dengan air berpotensi menimbulkan ledakan, menghasilkan gas, uap, atau asap. dan/atau
  3. Merupakan Limbah sianida, sulfida yang pada kondisi pH antara 2 (dua) dan 12,5 (dua belas koma lima) dapat menghasilkan gas, uap, atau asap beracun.

Contoh limbah B3 reaktif dari limbah sianida
Contoh limbah B3 reaktif dari limbah sianida
Ciri - ciri limbah B3 reaktif ini kadangkala secara visual menunjukkan adanya gelembung gas, asap dan perubahan warna. Contoh limbah B3 yang bersifat reaktif antara lain:

  1. Limbah B3 yang berasal dari pembuatan baterai litium-sulfur
  2. Limbah sianida

Contoh Limbah B3 Infeksius

Menurut Lampiran II Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014, limbah B3 infeksius adalah Limbah medis padat yang terkontaminasi organisme patogen yang tidak secara rutin ada di lingkungan, dan organisme tersebut dalam jumlah dan virulensi yang cukup untuk menularkan penyakit pada manusia rentan.
Contoh limbah B3 infeksius yang berasal dari klinik sebuah perusahaan
Contoh limbah B3 infeksius yang berasal dari klinik sebuah perusahaan
Lanjut menurut peraturan tersebut limbah B3 infeksius dibedakan menjadi 5 macam limbah. Yaitu:

  1. Limbah yang berasal dari perawatan pasien yang memerlukan isolasi penyakit menular atau perawatan intensif dan Limbah laboratorium;
  2. Limbah yang berupa benda tajam seperti jarum suntik, perlengkapan intravena, pipet pasteur, dan pecahan gelas;
  3. Limbah patologi yang merupakan Limbah jaringan tubuh yang terbuang dari proses bedah atau otopsi;
  4. Limbah yang berasal dari pembiakan dan stok bahan infeksius, organ binatang percobaan, bahan lain yang telah diinokulasi, dan terinfeksi atau kontak dengan bahan yang sangat infeksius; dan/atau
  5. Limbah sitotoksik yaitu Limbah dari bahan yang terkontaminasi dari persiapan dan pemberian obat sitotoksik untuk kemoterapi kanker yang mempunyai kemampuan membunuh atau menghambat pertumbuhan sel hidup.
Berdasarkan penjelasan diatas sebenarnya sudah bisa disimpulkan contoh limbah B3 infeksius itu seperti apa. Sejatinya limbah B3 infeksius kebanyakan berasal dari limbah medis rumah sakit, puskesmas, klinik ataupun laboratorium. Limbah B3 infeksius sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, apalagi bekas jarum suntik. Apabila tertusuk jarum suntik bekas bisa - bisa kita tertular penyakit menular.

Contoh Limbah B3 Korosif

Menurut Lampiran II Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014, limbah B3 korosif adalah limbah yang memiliki salah satu atau lebih sifat - sifat berikut ini:
  1. Limbah dengan pH sama atau kurang dari 2 (dua) untuk Limbah bersifat asam dan sama atau lebih besar dari 12,5 (dua belas koma lima) untuk yang bersifat basa. dan/atau
  2. Limbah yang menyebabkan tingkat iritasi yang ditandai dengan adanya kemerahan atau eritema dan pembengkakan atau edema. 
Penanganan limbah B3 korosif ini harus dilakukan dengan sangat hati - hati. Bila tidak maka dapat menyebabkan rasa seperti terbakar (nekrosis) apabila terkena kulit tubuh kita. Kemampuan limbah ini juga mampu membuat baja berkarat.
Limbah B3 korosif dimasukkan ke dalam drum dan diletakkan diatas palet
Limbah B3 korosif dimasukkan ke dalam drum dan diletakkan diatas palet
Contoh limbah B3 korosif yaitu antara lain:
  1. Limbah dari pabrik baja yang menggunakan asam sulfat untuk membersihkan kerak dan atau karat.
  2. Limbah dari industri manufaktur yang menggunakan pembersih sodium hidroksida untuk membersihkan produk metal sebelum dilakukan pengecatan atau sebelum produk metal itu dilakukan pelapisan dengan bahan lain (electroplating).
  3. Limbah dari daur ulang aki bekas yang bersifat asam.

Contoh Limbah B3 Beracun


Menurut Lampiran II Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014, limbah B3 beracun adalah limbah yang memiliki karakteristik beracun berdasarkan uji penentuan karakteristik beracun melalui TCLP, Uji Toksikologi LD50, dan uji sub-kronis.
Simbol peringatan limbah B3 beracun
Simbol peringatan limbah B3 beracun

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon